Kisah Nyata: Pesankan Untukku Satu Kamar Di Neraka!

“Ambil handphoneku ini dan hubungilah Allah serta tolong pesankan sebuah kamar di NERAKA JAHANAM untukku,” katanya lagi lantas ketawa terkekeh-kekeh tanpa mengetahui bahwasanya dia sedang mempertikaikan hukum Allah dengan begitu biadab... >> Read More

Masya Allah, Ini 8 Fakta Ilmiah Menakjubkan Dalam Sholat

Melalui berbagai penelitian, percobaan dan kajian, sebuah fakta ilmiah mengungkapkan bahwa seseorang yang tidurnya dalam waktu yang sangat lama akan sangat mudah terserang penyakit jantung... >> Read More

Indahnya Hidup Seorang Muslim

"Allahumma ya...ALLAH, tancapkanlah dihati kami, keluarga kami dan sahabat kami kekuatan dan keindahan iman, hiasilah hidup kami dg kemuliaan akhlak dan selamatkanlah kami dari berbagai fitnah hidup di dunia yang hanya sebentar ini...>> Read More

Menyesal Saat Sakaratul Maut, Karena Tidak Optimal dalam Berbuat Kebaikan

Kisah ini berawal dari kebiasaan unik beliau, yaitu setiap masuk ke masjid sebelum sholat berjamaah dimulai, dia selalu beri’tikaf di pojok bagian depan masjid. Dia selalu mengambil posisi di pojok bukan karena supaya mudah senderan atau tidur, namun ... >> Read More

3 Nasehat Seekor Semut Kepada Nabi Sulaiman AS

“Apakah kamu lupa pada hari kiamat nanti kamu akan berdiri di hapanan Pencipta segala kerajaan, yaitu Tuhan langit dan bumi, yang Maha Adil, yang mengambil hak orang yang dizalimi dari orang yang menzaliminya?” lanjutnya... >>Read More

Sunday, May 29, 2016

Maafkan Ayah Nak!

Maafkan Ayah Nak!
Suatu hari saya bersenggolan dengan seseorang yang tidak saya kenal. “Oh, maafkan saya,” reaksi spontan saya. Ia juga berkata: “Maafkan saya juga.” Orang itu dan saya berlaku sangat sopan. Kami pun berpisah dan mengucapkan salam.

Namun cerita jadi lain, begitu sampai di rumah. Pada hari itu juga, saat saya sedang menelphone salah satu kolega terbaik saya, dengan bahasa sangat lembut dan santun untuk meraih simpati kolega saya itu, tiba-tiba anak lelaki saya berdiri diam-diam di belakang saya. 

Saat saya berbalik, hampir saja membuatnya jatuh."Minggir!!! Main sana, ganggu saja!!!" teriak saya dengan marah. Ia pun pergi dengan hati hancur dan merajuk.

Saat saya berbaring di tempat tidur malam itu, dengan halus, Tuhan berbisik, "Akan kusuruh malaikat mencabut nyawamu dan mengambil hidupmu sekarang, namun sebelumnya, aku akan izinkan kau melihat lorong waktu sesudah kematianmu. 

Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan. Tetapi dengan anak yang engkau kasihi, engkau perlakukan dengan sewenang-wenang, akan kuberi lihat setelah kematianmu hari ini, bagaimana keadaan atasanmu, kolegamu, sahabat dunia mayamu, serta keadaan keluargamu"

Lalu aku pun melihat, hari itu saat jenazahku masih diletakkan di ruang keluarga, hanya satu orang sahabat dunia mayaku yang datang, selebihnya hanya mendoakan lewat grup, bahkan juga ada yang itdak komentar apapun atas kepergianku, dan ada yang hanya menulis 3 huruf singkat, 'RIP'.

Lalu teman-temanku sekantor, hampir semua datang, sekejap melihat jenazahku, lalu mereka asyik foto-foto dan mengobrol, bahkan ada yang asyik membicarakan aibku sambil tersenyum-senyum. 

Bos yang aku hormati, hanya datang sebentar, melihat jenazahku dalam hitungan menit langsung pulang. Dan kolegaku, tidak ada satupun dari mereka yang aku lihat.

Lalu kulihat anak-anakku menangis dipangkuan istriku, yang kecil berusaha menggapai-gapai jenazahku meminta aku bangun, namun istriku menghalaunya. istriku pingsan berkali-kali, aku tidak pernah melihat dia sekacau itu. 

Lalu aku teringat betapa sering aku acuhkan panggilannya yang mengajakku mengobrol, aku selalu sibuk dengan hpku, dengan kolega-kolega dan teman-teman dunia mayaku, lalu aku lihat anak-anakku... 

Sering kuhardik dan kubentak mereka saat aku sedang asyik dengan ponselku, saat mereka ribut meminta ku temani. "Oh, Ya Allah.. Maafkan aku.

Lalu aku melihat tujuh hari sejak kematianku, teman-teman sudah melupakanku, sampai detik ini aku tidak mendengar aku mendapatkan doa mereka untukku, perusahaan telah menggantiku dengan karyawan lain, teman-teman dunia maya masih sibuk dengan lelucon-lelucon digrup, tanpa ada yang membahasku ataupun bersedih terhadap ketiadaanku di grup mereka.

Namun, aku melihat istriku masih pucat dan menangis, airmatanya selalu menetes saat anak-anakku bertanya dimana papah mereka? Aku melihat dia begitu lunglai dan pucat, kemana gairahmu istriku? "Oh, Ya Allah Maafkan aku...!"

Hari Ke 40 Sejak Aku Tiada.

Teman FB ku lenyap secara drastis, semua memutuskan pertemanan denganku, seolah tidak ingin lagi melihat kenanganku semasa hidup, bosku, teman-teman kerja, tidak ada satupun yang mengunjungiku ke kuburan ataupun sekedar mengirimkan doa.

Lalu kulihat keluargaku, istriku sudah bisa tersenyum, tapi tatapannya masih kosong, anak-anak masih ribut menanyakan kapan papahnya pulang, yang paling kecil yang paling kusayang, masih selalu menungguku di jendela, menantikan aku datang.

Lalu 15 Tahun Berlalu.

Kulihat istriku menyiapkan makanan untuk anak-anakku, sudah mulai keliatan guratan tua dan lelah diwajahnya, dia tidak pernah lupa mengingatkan anak-anak bahwa ini hari Jum'at, jangan lupa kekuburan papah, jangan lupa berdoa setiap sholat, lalu aku membaca tulisan disecarik kertas milik putriku malam itu, dia menulis... 

"Seandainya saja aku punya papah, pasti tidak akan ada laki-laki yang berani tidak sopan denganku, tidak akan aku lihat mamah sakit-sakitan mencari nafkah seorang diri buat kami, oh Ya Allah... 

Kenapa Kau ambil papahku, aku butuh papahku Ya Allah.." kertas itu basah, pasti karena airmatanya...

"Ya, Allah maafkanlah aku...

Sampai bertahun-tahun anak-anak dan istriku pun masih terus mendoakanku setelah sholat, agar aku selalu berbahagia diakherat sana.

Lalu seketika,, aku terbangun.. Dan terjatuh dari dipan.. Oh Ya Allah Alhamdulillah.. Ternyata aku cuma bermimpi..

Pelan-pelan aku pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, masih aku lihat airmata disudut matanya, kasihan sekali, terlalu kencang aku menghardik mereka...

“Anakku, papah sangat menyesal karena telah berlaku kasar padamu.“Si kecilku pun terbangun dan berkata, “Oh papah, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”

“Anakku, aku mencintaimu juga. Aku benar-benar mencintaimu, maafkan aku anakku” Dan kupeluk anakku. Kuciumi pipi dan keningnya.

Lalu kulihat istriku tertidur, istriku yang sapaannya sering kuacuhkan, ajakannya bicara sering kali aku sengaja berpura-pura tidak mendengarnya, bahkan pesan-pesan darinya sering aku anggap tak bermakna, maafkan aku istriku, maafkan aku...

Air Mataku Tak Bisa Ku Bendung Lagi.

Apakah kita menyadari bahwa jika kita mati besok pagi, perusahaan di mana kita bekerja, dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? 

Teman-teman akan melupakan kita sebagai cerita yang sudah berakhir, beberapa masih menceritakan aib-aib yang tidak sengaja kita lakukan. 

Teman-teman dunia maya pun tak pernah membahas lagi seolah-olah aku tidak pernah mengisi hari-hari mereka sebagai badut di grup.

Lalu aku rebahkan diri disamping istriku, ponselku masih terus bergetar, berpuluh-puluh notifikasi masuk menyapaku, menggelitik untuk aku buka, tapi tidak...tidak...

Aku matikan ponselku dan aku pejamkan mata, maaf... Bukan perusahaan, bukan teman-teman, bukan ponsel yang akan membawaku ke surga, bukan kalian yang akan menolongku dari api neraka, tapi ini dia... KELUARGAKU...Yah...!! keluarga yang jika kita tinggalkan akan merasakan kehilangan sekali.

Semoga membuat kita semakin bijaksana...Aamiin...

***

Wednesday, May 25, 2016

Apakah Menyentuh Istri Membatalkan Wudhu?

Apakah Menyentuh Istri Membatalkan Wudhu?
Pertanyaan: 

"Bagaimana hukum bersentuhan dengan istri setelah berwudhu. Apakah membatalkan wudhu?"

Jawaban: 

Para ulama fikih berselisih pendapat tentang masalah ini, ada berbagai pendapat yang cukup banyak. (Lihat al-Majmu’ 2:34 Imam Nawawi). Di sini kami akan sebutkan tiga pendapat saja:

Pendapat Pertama:

Menyentuh wanita MEMBATALKAN WUDHU secara mutlak baik dengan syahwat atau tidak, tetapi kalau ada pembatasnya seperti kain, maka tidak membatalkan wudhu. Pendapat ini populer dalam madzhab Syafi’i.

Pendapat berlandaskan dengan berbagai argumen, yang paling masyhur dan kuat adalah firman Allah dalam Al Qur'an, 

"...atau kamu telah menyentuh perempuan...". (Qs. An-Nisa’[4]: 43)

Mereka mengartikan kata LAMASTUM  dalam ayat tersebut dengan kata menyentuh. (Lihat al-Umm 1:30 oleh Imam Syafi'i dan al-Majmu 2:35 oleh Imam Nawawi).

Pendapat Kedua:

Menyentuh wanita TIDAK MEMBATALKAN WUDHU secara mutlak baik dengan syahwat maupun tidak berdasarkan beberapa dalil berikut:

Dalil Pertama:

Ketika seseorang berwudhu, maka hukum wudhunya itu hukum asalnya suci dan tidak batal sehingga ada dalil yang mengeluarkan dari hukum asalnya.

Dalam hal ini, pembatal itu tidak ada, padahal kita ketahui bersama bahwa menyentuh isteri adalah suatu hal yang amat sering terjadi. 

Seandainya itu membatalkan wudhu, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menjelaskan kepada umatnya dan masyhur di kalangan sahabat, tetapi tidak ada seorang pun dari kalangan sahabat yang berwudhu hanya karena sekedar menyentuh istrinya. (Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 21:235).

Dalil Kedua:

Dari Aisyah ra, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mencium sebagian istrinya kemudian keluar menuju shalat dan tidak berwudhu lagi.

Saya (Urwah) berkata: Tidaklah dia kecuali Anda kan? Lalu Aisyah tertawa. (Shahih. Riwayat Tirmidzi: 86, Abu Dawud: 178, Nasa’i: 170, Ibnu Majah: 502 dan dishahihkan al-Albani dalam al-Misykah: 323).

Lihat pembelaan hadis ini secara luas dalam at-Tamhid 8:504 Ibnu Abdil Barr dan Syarh Tirmidzi 1:135-138 Syaikh Ahmad Syakir.

Hadis ini menunjukkan bahwa menyentuh istri tidaklah membatalkan wudhu sekalipun dengan syahwat. Demikian ditegaskan oleh Syaikh al-Allamah as-Sindi dalam Hasyiyah Sunan Nasa’i 1:104.

Dalil Ketiga:

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: "Saya pernah tidur di depan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kedua kakiku berada di arah kiblatnya".

"Apabila beliau sujud, maka beliau menyentuhku lalu saya pun mengangkat kedua kakiku, dan bila beliau berdiri, maka aku membentangkan kedua kakiku seperti semula".
(Aisyah) berkata: “Rumah-rumah saat itu masih belum punya lampu”. (HR. Bukhari: 382 dan Muslim: 512).

Hadits ini menunjukkan bahwa menyentuh istri tidaklah membatalkan wudhu. Adapun takwil al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 1:638 bahwa kejadian di atas bisa jadi karena ada pembatasnya (kain) atau kekhususan bagi Nabi, maka takwil ini sangat jauh sekali dari kebenaran, menyelesihi dhahir hadis dan takalluf (menyusahkan diri). 

(Periksa Nailul Authar asy-Syaukani 1:187, Subulus Salam as-Shan’ani 1:136, Tuhfatul Ahwadzi al-Mubarakfuri 1:239, Syarh Tirmidzi Ahmad Syakir 1:142).

Dalil Keempat:

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Pada suatu malam saya pernah kehilangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari tempat tidur maka saya mencarinya lalu tanganku mengenai pada kedua punggung kakinya yang tegak, beliau shalat di masjid seraya berdoa: “Ya Allah saya berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu…”. (HR. Muslim: 486).

Hadis ini menunjukkan bahwa istri menyentuh suami tidaklah membatalkan wudhu. Adapun penjelasan Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim 4:152 bahwa kejadian tersebut bisa jadi karena ada pembatas kainnya, maka menyelisihi dhahir hadis. (Lihat at-Tamhid 8:501 Ibnu Abdil Barr dan Tafsir al-Qurthubi 5:146).

Dalil Kelima:

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat sedangkan saya tidur terbentang di depannya layaknya jenazah sehingga apabila beliau ingin melakukan witir, maka beliau menyentuhku dengan kakinya”.

(HR. Nasai 1/102/167. Imam Za’ilai berkata: “Sanadnya shahih menurut syarat shahih dan dishahihkan Imam Nawawi dalam al-Majmu’ 2:35).

Hadis ini menunjukkan bahwa menyentuh wanita tidaklah membatalkan wudhu dengan kaki atau anggota badan lainnya. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam at-Talkhis hal. 48:

“Sanadnya shahih, hadis ini dijadikan dalil bahwa makna “Laamastum” dalam ayat adalah jima’ (berhubungan) karena Nabi menyentuh Aisyah dalam shalat lalu beliau tetap melanjutkan (tanpa wudhu lagi -pent)”.

Pendapat Ketiga:


Rincian:

Batal wudhunya apabila menyentuh wanita dengan syahwat, dan tidak batal apabila tidak dengan syahwat. 

Dalil mereka sama seperti pendapat kedua, tetapi mereka membedakan demikian dengan alasan; 

“Memang asal menyentuh tidak membatalkan wudhu, tetapi menyentuh dengan syahwat menyebabkan keluarnya air madhi dan mani, maka hukumnya membatalkan” (Lihat al-Mughni 1:260 Ibnu Qudamah).

Pendapat yang rajih (kuat) adalah pendapat kedua yaitu:

Menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu baik dengan syahwat ataupun tidak, kecuali apabila mengeluarkan air mani dan madhi maka batal wudhunya atau minimal adalah pendapat ketiga.

Adapun pendapat pertama, maka sangat lemah sekali karena maksud ayat tersebut adalah jima’ (hubungan suami istri) berdasarkan argumen sebagai berikut:

Salah satu makna kata LAMASTUM dalam bahasa Arab adalah jima’ (al-Qamus al-Mukhith al-Fairuz Abadi 2:259).

Para pakar ahli tafsir telah menafsirkan ayat tersebut dengan jima’ diantaranya adalah sahabat mulia, penafsir ulung yang dido’akan Nabi, Abdullah bin Abbas, demikian pula Ali bin Abi Thalib, Ubai bin Ka’ab, Mujahid, Thawus, Hasan Al-Bashri, Ubaid bin Umair, Said bin Jubair, Sya’bi, Qotadah, Muqatil bi Hayyan dan lainnya. 

(Lihat Tafsir Ibnu Katsir 1/550). Pendapat ini juga dikuatkan Syaikh ahli tafsir, Ibnu Jarir dalam Tafsirnya 5/102-103 dan Imam Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid.

Mengkompromikan antara ayat tersebut dengan hadis-hadis shahih di atas yang menegaskan bahwa Rasulullah n menyentuh bahkan mencium istrinya (Aisyah) dan beliau tidak berwudhu lagi.

Imam Ibnu Abdil Barr dalam at-Tamhid 8:506 dan Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam at-Talkhis menukil dari Imam Syafi’i bahwa beliau berkata: “Seandainya hadis Aisyah tentang mencium itu shahih, maka madzhab kita adalah hadis Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam”. 

Perkataan serupa juga dikatakan oleh Imam Al-Baihaqi, pejuang madzbab Syafi’i. Hal ini menunjukkan bahwa kedua imam tersebut tidak menetapkan bahwa maksud LAMASTUM dalam ayat tersebut bermakna “Menyentuh” karena keduanya menegaskan seandanya hadis Aisyah shahih, maka beliau berdua berpendapat mengikuti hadis. 

Seandainya kedua imam tersebut berpendapat seperti hadis, maka mau gak mau harus menafsirkan ayat tersebut bermakna “jima” sebagaimana penafsiran yang shahih. (Syarh Tirmidzi 1/141 oleh Syaikh Ahmad Syakir).

Demikianlah jawaban yang kami yakini berdasarkan dalil-dalil yang shahih, bukan fanatik madzhab dan mengikuti apa kata banyak orang. Semoga Allah menambahkan ilmu dan memberikan keteguhan kepada kita. Wallahu A’lam.


***

Sunday, May 22, 2016

Tips Membuka Pintu Rezeki: Dengan Membaca Istighfar Dan Taubat

Tips Membuka Pintu Rezeki: Dengan Membaca Istighfar Dan Taubat
Di dalam Al Qur'an Allah SWT berfirman: “Maka aku katakan kepada mereka, ” Mohonlah ampun kepada Rabb mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak anakmu, serta mengadakan untukmu kebun kebun dan mengadakan ( pula didalamnya) untukmu sungai sungai". (Qs. Nuh [71]: 10 -12)

Diantara pembuka pintu rezeki kita semua adalah memperbanyak istighfar serta melaksanakan taubat kepada Allah. Bisa dibilang, istighfar adalah mengharap dan memohon ampun kepada Allah atas segala kesalahan kesalahan yang telah kita lakukan. 

Ternyata kesalahan atau dosa yang telah kita lakukan itu memang menjadi semacam penyumbat pintu rezeki yang akan mengalir kepada kita. 

Ibarat air, saluran-saluran air akan membuat air mengalir kepada tempat yang seharusnya, akan tetapi ketika dalam saluran itu ada yang menghambat, maka air akan mengalir secara tidak optimal atau bahkan tidak mengalir sama sekali.

Nah!, kesalahan-kesalahan kita, itu bisa menjadi sumber seretnya rezeki kita. Kadang kita bingung, sudah melakukan banyak hal untuk menjemput rezeki, akan tetapi rezeki yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. 

Kita menjadi bingung, ikhtiar duniawi sudah kita lakukan secara maksimal, akan tetapi tetap saja rezeki sulit untuk didapatkan. Maka ada yang salah, bisa jadi sumber masalahnya adalah…. ada dosa yang pernah kita lakukan dan itu belum kita perbaiki.

Istighfar 100 Kali setiap Hari

Istighfar, sederhana bukan? ini termasuk dzikir yang biasa Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam lantunkan, bahkan dalam beberapa riwayat Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam seringkali mengucapkan istighfar ini minimal 100 kali setiap harinya. 

Itu Rasulullah Shallallahu’Alaihi Wasallam yang sangat menjaga sekali tingkah dan perilakunya, maka bagi kita semua sebagai orang biasa, orang yang tidak luput dari perperbuatan khilaf dan salah, mestinya lebih antusias untuk membaca dan mengulang-ngulang istighfar dalam setiap hari dan aktivitas kita.

Tidak Mengulangi Kesalahan Yang Sama

Ada baiknya, istighfar itu bukan hanya kita ucapkan, bukan hanya kita lantunkan, akan tetapi kita serapi, kita hayati dalam perilaku kita. Ini memang sulit karena tidak hanya sekedar mengucapkan istighfar semata, akan tetapi hingga berusaha untuk tidak pernah melakukan kembali dosa yang pernah kita lakukan.

Begitu banyak orang yang pernah melakukan kesalahan, lalu ketika dia sudah melakukan taubat, meminta ampun kepada Allah, maka setelah itu dia melakukan kesalahannya lagi, dia mengulanginya lagi. 

Alangkah baiknya jika tidak seperti ini. Kita mengakui apa yang telah kita perbuat, lalu kita hindari sejauh jauhnya, kita tak pernah ulangi lagi sampai kita mati.

Membuka Pintu Rezeki

Memperbanyak istighfar atau mengakui kesalahan serta meminta ampun kepada Allah SWT, pada dasarnya akan membuka pintu rezeki kita. Sikap takut kita kepada Allah SWT, adalah salah satu sikap yang paling Allah sukai. 

Allah SWT mencintai hamba-Nya yang memiliki rasa takut yang sangat kepada-Nya. Allah SWT suka mencintai hamba-Nya yang begitu khawatir akan kuasa-Nya. 

Begitu pula Allah SWT sangat benci terhadap hamba-Nya yang sangat angkuh, melakukan dosa tapi tidak takut sama Allah SWT. Maka pilihannya hanya ada dua, Allah hambat rezekinya, Allah persulit rezekinya, dan Allah buat susah dirinya… itu yang pertama. 

Yang kedua, Allah perbanyak rezekinya, Allah jadikan dirinya begitu menikmati hidupnya di dunia, Allah manjakan dirinya, Allah beri segala kenikmatan dunia, sehingga ketika tiba waktunya, Allah berikan padanya hukuman, hukuman yang langsung membuat dirinya jatuh dan tersiksa. Sehingga orang ini mendapatkan kesengsaraan di dunia dan di akhirat kelak.

Siapa yang Maha Kaya? Allah… Siapa yang harta dan kekayaan kepadamu? Allah…. Maka selalu baiklah kepada Allah, selalu takutlah kepada Allah, selalu khawatirlah ketika kita berbuat salah, jangan sampai kita membuat Allah marah akan perilaku kita.

Logika Sederhana

Seorang tuannya, akan sangat senang terhadap bawahannya yang takut kepadanya, kepada bawahannya yang setia. Maka kepada bawahannya yang setia dia akan memberikan apa yang dia minta, karena sang tuan mencintai dan menyayanginya…. 

Allah SWT, lebih daripada itu, Allah sangat mencintai hamba-Nya, bahkan ketika Allah mencintai hamba-Nya, Allah permudah segala urusannya, Allah cukupkan segala kebutuhannya.

Takutlah kepada Allah, karena dosa kita ini…. sungguh dosa kita ini bisa menjadi salah satu penghambat datangnya rezeki kepada kita.

Semoga bermanfaat.

***

Kisah 3 Orang Tukang Bangunan

Kisah 3 Orang Tukang Bangunan
Di sebuah desa kecil ada seorang anak yang sedang berjalan melintasi lokasi yang akan dibangun sebuah sekolah. Anak itu melihat ada 3 orang yang sedang bekerja disana.

"Pak, sedang mengerjakan apa?" tanya anak itu kepada tukang pertama.

"Kamu bisa lihat sendiri, saya ini seorang tukang, saya sedang mengerjakan pekerjaan saya sebagai tukang bangunan" jawabnya.

Lalu anak itu menanyakan pertanyaan yang sama kepada tukang kedua "Pak, sedang mengerjakan apa?"

"Saya sedang membantu sekolahan ini membuat gedung sekolah." jawab tukang kedua.

Lalu anak itu juga menanyakan pertanyaan yang sama kepada tukang ketiga "Pak, sedang mengerjakan apa?"

Tukang ketiga menjawab, "Saya sedang membangun mimpi anak-anak di desa ini supaya mereka berani bermimpi lebih tinggi dan meraih cita-citanya, sehingga mereka membawa manfaat di masyarakat."

---------------

Kawan, itulah visi.. kita mungkin melakukan hal yang sama persis dengan rekan kerja kita, kita mungkin melakukan bisnis yang sama dengan rekan maupun pesaing-pesaing kita. Tapi milikilah visi yang jauh didepan sana dan mampu menggetarkan jiwa bagi siapa saja yang mendengarnya.

Tanyakan kepada diri kita sendiri, apakah pekerjaan yang kita lakukan saat ini hanya untuk mengisi perut bulan depan?

Terlebih ibadah kita, apakah hanya untuk menggugurkan kewajiban? ataukah kita memiliki visi yang jauh untuk di akhirat nanti?

--------------

Silahkan Share bila dirasa bermanfaat 😊

Sumber: Ridha Allah

***

Ciri-Ciri Penghuni Surga

Ciri-Ciri Penghuni Surga
Setiap manusia pasti mengidam-idamkan tempat yang istimewa. Dan Allah SWT telah menyediakan tempat tersebut. Hanya orang-orang tertentu yang bisa merasakannya. Di manakah itu?

Penghuni surga akan selalu terlihat muda, mereka tidak akan pernah tua. Wajahnya begitu rupawan dan sedap dipandang mata. Mereka memiliki tubuh yang ideal.

Tiada lain tempat yang paling kekal sepanjang masa ialah surga. Ya, surga merupakan tempat yang paling istimewa. Di dalamnya terdapat berjuta-juta kenikmatan yang tidak bisa kita temukan di dunia ini. Keindahan dunia tidak ada apa-apanya jika kita bandingkan dengan surga.

Tahukah Anda, bahwa penduduk surga sangat jauh berbeda. Mereka memiliki ciri khusus. Salah satunya mengenai fisik yang mereka miliki. Seperti apa fisik penghuni surga itu?

Rasulullah ï·º menyebutkan tentang ciri-ciri fisik penghuni surga. Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Hurairah, bahwa tinggi badan penguni surga itu 60 hasta (1 hasta sama dengan ½ meter) dengan lebar 7 hasta. Postur demikian merupakan postur yang paling ideal, menurut Ibnu Qayyim, sehingga mereka tidak nampak kurus, jangkung ataupun gendut.

Dalam riwayat Ibnu Abi Dunya, dari Anas bin Malik RA, beliau menjelaskan bahwa penduduk surga itu tingginya seperti Nabi Adam alaihi salam, mukanya setampan Nabi Yusuf alaihi salam, usianya seperti usia Nabi Isa alaihi salam 33 tahun, lidahnya sefasih Nabi Muhammad ï·º, belum berjenggot dan berambut pendek.

Penghuni surga itu tidak mengeluarkan kotoran, kencing, tinja, ingus, dahak, maupun darah haid. Mereka berusia muda (33 tahun) dan tidak pernah tua. Laki-lakinya berwajah tampan dan wanitanya berwajah cantik. Mereka senantiasa sehat dan tidak pernah sakit, baik sakit berat atau pun ringan. Keringat mereka berbau wangi.

Dengan penggambaran surga yang teramat indah dan kenikmatan-kenikmatannya yang tiada tara, sehingga serasa menari-nari di pelupuk mata kita, akan menjadikan kita teramat rindu untuk memasukinya. Bukankah begitu? 

Baca juga: 10 Amalan Ringan Pembuka Jalan Menuju Surga

Jika sudah demikian, tentu kita akan lebih semangat untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan yang bisa memasuki diri kita ke dalam surga, insya Allah.

Sumber: Ridha Allah

***
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com