Kisah Nyata: Pesankan Untukku Satu Kamar Di Neraka!

“Ambil handphoneku ini dan hubungilah Allah serta tolong pesankan sebuah kamar di NERAKA JAHANAM untukku,” katanya lagi lantas ketawa terkekeh-kekeh tanpa mengetahui bahwasanya dia sedang mempertikaikan hukum Allah dengan begitu biadab... >> Read More

Masya Allah, Ini 8 Fakta Ilmiah Menakjubkan Dalam Sholat

Melalui berbagai penelitian, percobaan dan kajian, sebuah fakta ilmiah mengungkapkan bahwa seseorang yang tidurnya dalam waktu yang sangat lama akan sangat mudah terserang penyakit jantung... >> Read More

Indahnya Hidup Seorang Muslim

"Allahumma ya...ALLAH, tancapkanlah dihati kami, keluarga kami dan sahabat kami kekuatan dan keindahan iman, hiasilah hidup kami dg kemuliaan akhlak dan selamatkanlah kami dari berbagai fitnah hidup di dunia yang hanya sebentar ini...>> Read More

Menyesal Saat Sakaratul Maut, Karena Tidak Optimal dalam Berbuat Kebaikan

Kisah ini berawal dari kebiasaan unik beliau, yaitu setiap masuk ke masjid sebelum sholat berjamaah dimulai, dia selalu beri’tikaf di pojok bagian depan masjid. Dia selalu mengambil posisi di pojok bukan karena supaya mudah senderan atau tidur, namun ... >> Read More

3 Nasehat Seekor Semut Kepada Nabi Sulaiman AS

“Apakah kamu lupa pada hari kiamat nanti kamu akan berdiri di hapanan Pencipta segala kerajaan, yaitu Tuhan langit dan bumi, yang Maha Adil, yang mengambil hak orang yang dizalimi dari orang yang menzaliminya?” lanjutnya... >>Read More

Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts
Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts

Monday, May 16, 2016

KISAH NYATA: Mencuri Singkong karena Kelaparan, Hakim pun Menangis Saat Menjatuhkan Vonis Yang Mengejutkan!

KISAH NYATA: Mencuri Singkong karena Kelaparan, Hakim pun Menangis Saat Menjatuhkan Vonis Yang Mengejutkan!
Di ruang sidang Pengadilan, kota Malang, Jawa Timur, hakim Marzuki tercenung menyimak uraian tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap seorang nenek-nenek yang dituduh mencuri singkong oleh pemilik perkebunan PT AKB.

Nenek itu memberikan alasan bahwa, alasan dia mencuri singkong itu lantaran kehidupannya yang miskin, sementara anak lelakinya sedang menderita sakit, serta cucunya dalam keadaan kelaparan.

Namun, manager PT AKB yang memiliki kebun singkong itu tetap pada pendiriannya dan tetap pada tuntutannya, katanya agar tidak menjadi contoh bagi yang lainnya.

Hakim Marzuki menghela nafas dalam-dalam, kemudian dia memutuskan diluar tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU); 

"Maafkan saya nek!", katanya sambil memandang haru nenek itu, "Saya tidak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi nenek harus tetap dihukum. Saya memutuskan nenek kena denda sebesar 1 juta rupiah, dan seandainya nenek tidak mampu membayar denda, maka nenek harus masuk penjara selama 2,5 tahun penjara seperti tuntutan Jaksa Penuntut Umum!".

Demi mendengar keputusan hakim tersebut, nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki langsung mencopot topi toganya, kemudian mengeluarkan dompet dari saku celananya, mengambil uang 1 juta rupiah dan langsung memasukannya kedalam topi toganya serta berkata kepada para pengunjung yang menghadiri persidangan tersebut.

"Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan vonis denda kepada setiap orang yang hadir di ruang sidang ini sebesar 50 ribu rupiah, karena Anda sekalian yang menetap di kota ini, membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri singkong untuk memberi makan kepada cucunya yang kelaparan!"

"Saudara panitera!", Tolong kumpulkan uang dendanya dalam topi toga saya ini kemudian berikan uang hasil yang telah dikumpulkannya kepada terdakwa!".

Sampai palu diketuk dan hakim Marzuki meninggalkan ruang sidang pengadilan, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang 3,5 juta rupiah, termasuk uang 50 ribu rupiah yang dibayarkan oleh manager PT AKB yang menuntutnya, dia pun tersipu malu karena telah menuntutnya.

Namun, sungguh sayang kisah yang mengharukan ini luput dari liputan pers, padahal kisah nyata ini sungguh menarik sekiranya ada yang bisa mendapatkan dokumentasi dan bisa di share di media massa untuk dijadikan contoh teladan kepada para aparat penegak hukum di negeri ini, untuk senantiasa bekerja dengan menggunakan hati nurani dan mencontoh seperti yang telah dilakukan oleh hakim Marzuki yang berhati mulia!.  

Sumber: Plus.google.com


  

Saturday, May 14, 2016

KISAH NYATA: Masya Allah Inilah Keajaiban Sedekah! Ketulusan Hati Tukang Becak Ini Berbuah Naik Haji

KISAH NYATA: Masya Allah Inilah Keajaiban Sedekah! Ketulusan Hati Tukang Becak Ini Berbuah Naik Haji
Pak Parman, demikianlah biasa orang memanggilnya. Dia hanyalah seorang tukang becak. Meskipun pekerjaannya hanya sebagai tukang becak, tapi pak Parman memiliki budi pekerti yang sangat mulia.

Kemiskinan dan kekurangan yang menyertai dalam kehidupannya, tidak menutup mata batinnya untuk selalu berbagi kepada orang lain. Namun, karena ia memang tidak memiliki harta, ia tidak bisa menyumbangkan hartanya melainkan "SEDEKAH JASA".

Sedekah jasa itu dilakukan pak Parman dengan cara; setiap hari Jumat ia menggratiskan semua penumpang yang naik becanya. Maka atas kebaikannya itulah keberkahan hidup kemudian menghampirinya.

Pada suatu hari, di hari Jumat pertama di bulan Ramadhan, ada orang yang mobilnya mogok persis tidak jauh dari pangkalan becaknya pak Parman.

Orang tersebut memutuskan untuk naik becak. Dia memanggil tukang becak yang ada di pangkalan tersebut dan pak Parman yang datang.

Maka, dikayuhlah becak itu oleh pak Parman menuju rumah orang itu. Rupanya orang ini orang kaya. Setelah sampai di tempat tujuan, pak Parman dikasih uang 10 ribu rupiah dan tidak usah dikembalikan.

Namun, oleh pak Parman uang itu dikembalikan lagi sembari menjelaskan bahwa dirinya sudah meniatkan dari dulu untuk menggratiskan semua penumpang yang naik becaknya setiap hari Jumat.

Ternyata, kejadian itu sangat membekas di hati orang kaya tersebut. Kemudian dikejarlah pak Parman oleh orang kaya itu dan diberinya uang satu juta rupiah. Orang kaya itu berpikir kalau dikasih uang satu juta rupiah, pasti pak Parman akan menerimanya.

Namun, lagi-lagi pak Parman tetap menolaknya. Dinaikkannya lagi menjadi dua juta rupiah, tapi tetap saja pak Parman menolaknya. Alasan pak Parman tetap sama: Dia tidak mau menerima uang sepeser pun pada hari Jumat untuk jasa ojek becanya. sebab, dia sudah meniatkan dalam hatinya untuk bersedekah.

Subhanallah...

Karena semakin penasaran, maka pada hari Jumat berikutnya, orang kaya tersebut naik becak lagi, pak Parman pun diberikan uang yang lebih besar lagi. Kali ni tidak tanggung-tanggung 10 juta rupiah.

Namun, pak Parman sekali lagi, tetap saja menolak uang pemberian itu, yang bagi dia tentu saja uang itu sangatlah besar. Jumat berikutnya ia kembali lagi naik becak pak Parman. Namun kali ini ia tidak minta diantarkan kerumahnya melainkan minta diantar ke rumah pak Parman.

Sesampainya di rumah pak Parman, betapa terkejutnya orang kaya itu, ternyata rumah yang dituju itu hanyalah sebuah rumah kost yang sangat jelek.

Karena merasa iba melihat kondisi seperti itu, orang kaya itupun merogoh uangnya sejumlah Rp 25 juta dan diberikan kepada pak Parman. Ternyata, dengan halus pak Parman tetap menolaknya. Hal ini benar-benar sangat mengejutkan orang kaya itu.

Akhirnya orang kaya itu menyerah. Dia benar-bernar kalah dengan keteguhan dan ketulusan hati pak Parman. Namun orang kaya itu berjanji dalam hatinya, bahwa suatu saat ia akan memberikan yang terbaik buat tukang becak yang berhati mulia tersebut.

Waktu terus berlalu hingga akhirnya menjelang lebaran Haji (Idul Adha), orang kaya itu kembali datang menemui pak Parman di rumah kostnya.

Setelah mereka bertemu, di depan pak Parman, orang kaya itu kemudian bicara terus terang, "Pak, mohon kali ini niat baik saya diterima. Bapak, istri, serta anak bapak akan saya berangkatkan naik haji ke tanah suci. Sekali lagi pak , mohon agar bapak mau menerima niat baik saya ini?"

Pak Parman menangis di depan istri dan anak semata wayangnya. Pergi ke Mekah saja tidak pernah ia bayangkan. Namun, kini ia dan keluarganya akan di berangkatkan naik haji.

Ini benar-benar hadiah yang sangat luar biasa dari Allah SWT. Tawaran dari orang kaya itu pun akhirnya diterima pak Parman dengan setulus hati. Maka, pak Parman dan keluarganya pun pergi melaksanakan haji.

Ya, seorang tukang beca yang miskin akan tetapi memiliki hati yang sangat mulia akhirnya bisa pergi berhaji. Kebaikannya di balas oleh Allah SWT. Ia memang menolak satu juta, dua juta,10 juta bahkan 25 juta. 

Namun, Allah SWT menggantinya dengan berangkat naik haji ke Baitullah bersama istri dan anak semata wayangnya. MasyaAllah!

***


Friday, May 13, 2016

Kisah Nyata: Siksa Neraka Itu Teramat Pedih

Kisah Nyata: Siksa Neraka Itu Teramat Pedih
Waktu itu masih ingat yaitu tahun 2003, ketika kakek saya dalam keadaan koma atau mati suri dalam beberapa waktu lamanya, setelah beliau sadar, ia bercerita kepada kami; bahwa dia dibawa oleh dua orang malaikat ke dalam surga.

Betapa indahnya surga itu...sangat-sangat  indah sekali tidak bisa dibayangkan dan tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata akan keindahannya itu.

Di dalam surga dia mendengar ucapan salam dari para penduduk surga yang seluruhnya masih muda-muda serta tampan dan cantik jelita. Dengan mengucapkan salam: "Asalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuuh!".

Sungai-sungai yang mengalir dibawahnya, dengan mengenakan pakaian yang serba indah, makanan yang lezat yang tersedia di bukit emas yang menjulang tinggi.

Setelah itu menurut penuturan kakek, ia dibawa pula ke dalam neraka, sesampainya disana ia mencium bau busuk yang amat sangat menyengat sekali baunya, padahal perjalanan ke neraka itu masih sangat jauh namun panasnya luar biasa dan bau busuknya itu yang membuat nafas terasa berhenti.

Sesampainya di pintu gerbang neraka yang penuh dengan duri yang tajam, kakek saya melihat dari dekat bagaimana manusia yang dimasukkan dengan paksa dituang dengan timah yang mendidih ke dalam mulutnya sedangkan kedua tangannya dirantai besi yang sangat besar.

Ada yang dicabik-cabik hewan buas dan berbagai macam siksaan yang sangat menyayat hati dan sangat ngeri sekali.

Disaat ia menyaksikan siksaan demi siksaan itu, datanglah 2 malaikat dan berkata; mereka itu adalah orang yang semasa hidupnya di dunia selalu mengabaikan shalat, tidak mau melaksanakan puasa dan tidak mau membayar zakat, kemudian mereka disiapkan api yang menyala-nyala sedemikian rupa.

Baca juga: Kisah Nyata: Pesankan Untukku Satu Kamar Di Neraka Jahanam

Kakek saya menjadi bingung dan takut, wajahnya menjadi pucat pasi, lidahnya menjadi kelu demi melihat kejadian demi kejadian yang seperti itu, kemudian 2 malaikat itu berkata; taukah kamu wahai Rahel Simbolon; Apa bahan bakar dari pada api ini?

Kakek saya menggelengkan kepalanya tanda dia tidak mengetahui, lalu malaikat itu berkata; bahan bakar api yang bergejoak ini bahan bakarnya adalah manusia yang tidak mau menegenal agama Allah Swt yaitu Islam.

Adapun orang yang tidak mengenal atau tidak beragama dan tidak mempercayai adanya kebesaran Allah SWT (murtad), lari dari ajaran Allah SWT dan orang dari kalangan kamu muslimin yang telah mempersekutukan (syirik) kepada Allah SWT maka mereka akan kekal selama-lamanya didalam neraka.

Setelah itu, entah apa sebabnya kakek saya pun akhirnya tersadar kembali dan siuman dari kematiannya (mati suri). Ia terbaring lemah namun selamat dari kematiannya.

Baru pada tahun 2005 setelah dua tahun kejadian itu, kakek baru menceritakan kisahnya itu kepada kami, saya bertanya kepada kakek; "Apakah yang ompung alami itu berupa mimpi atau nyata?"

Jawaban beliau yang membuat saya merasa kaget. Kakek saya menjawab; "Bukan, bukan mimpi...itu nyata... bahkan pada saat itu kakek mencubit daun telinga kakek sendiri dan menepuk-nepuk wajah kakek".

"Semuanya itu benar-benar nyata, seperti ompung melihatmu hari ini"..."Astaghfirullah hal adzim...!" begitu kata kakek mengisahkan perjalanan spiritualnya.

Pada akhirnya kami sekeluarga memeluk agama Islam, begitu juga banyak dari saudara dan kaum kerabat kami yang menjadi muallaf, namun ada juga sebagian yang menolaknya...belum dapat hidayah dari Allah SWT. Harta yang dulu pernah kakek miliki, semuanya dijual untuk di infaqkan, namun rezeki kami, bukannya berkurang malah bertambah sepertinya tidak pernah ada habis-habisnya.

Tahun 2009 akhirnya kakek kami benar-benar meninggal dunia, semoga ia wafat dalam keadaan khusnul khatimah. Aamiin.... Wallahu a'lam.

....

Monday, April 25, 2016

KISAH NYATA: Papa, Kembalikan Tangan Ita! Ita Janji Tidak Akan Nakal Lagi!

KISAH NYATA: Papa, Kembalikan Tangan Ita! Ita Janji Tidak Akan Nakal Lagi!
Khusus pada anak-anak yang masih kecil dan tidak tahu apa-apa. Mengajar dan memberikan pembelajaran dengan cara memukul bukanlah cara yang terbaik. Hentikan!

Untuk para orang tua yang mempunyai anak kreatif, Mohon jangan dipukul. Tolong baca kisah nyata yang menyentuh hati ini, Cerita tentang seorang anak kecil yang bernama Ita yang memohon kepada papanya untuk mengembalikan tangannya yang hilang!

Inilah awal kisah nyata ini:

Sepasang suami istri seperti pasngan lain di kota-kota besarpada umumnya selaluy meninggalkan anak-anak untuk diasuholwh pembantu rumah tangga ketika mereka bekerja. Anak tunggal pasangan ini, seorang peempuan yang masih berusia tiga setengah tahun. Dia sendirian dirumah, dan dia sering dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja.

Dia bermain sendirian diluar rumah. Dia bermain ayunan, berayun-ayun di atas ayunan yang dbelikan papanya, ataupun memetik bunga Matahari, bunga Kertas dan lain-lain dihalaman rumahnya sendirian.

Suatu hari dia melihat ada sebatang paku yang sudah berkarat. Dia pungut lantas dia pun mulai menoret-coret tembok semen tempat dimana mobil ayahnya diparkirkan, akan tetapi karena lamtainya terbuat dari marmer, coretannya jadi ridak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. 

Ya..! karena mobil itu warnanya putih, coretannya jadi tampak jelas. Apalagi kanak-kanak ini pun membuat coretannya sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu bapak dan ibunya mengendarai motor pergi ketempat kerjanya karena sering jalanan macet. Setelah sang anak mencoret-coret penuh sisi yang sebelah kanannya, dia pun beralih kesebelah kiri mobil itu. Dibuatnya gambar ayam dan gambarnya sendiri dan lain sebagainya mengikuti imaginasinya. Kejadian itu tanpa disadari oleh pembantu rumah.

Pulang petang itu, terkejutlah ayah dan ibunya melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, 'Kerjaan siapa ini?' Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah padam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya.

Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan ‘Tidak tahu… !' 'Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yang kau lakukan?' hardik si isteri lagi. Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya.

Dengan penuh manja dia berkata 'Ita yg membuat itu papa…. cantik kan!' katanya sambil memeluk papanya ingin bermanja seperti biasa. Si ayah yang hilang kesabaran, kemudian mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya.

Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan. Setelah puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula bagian belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. 

Pembantu rumah terbengong-bengong, tidak tahu harus berbuat apa? Si bapak cukup keras memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya itu.

Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah kemudian menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil itu luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah tangga itupun memandikan anak kecil itu.

Sambil menyiram air dia pun ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih ditangannya saat luka-lukanya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.

Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak itu membengkak. Pembantu rumah mengadu. "Oleskan obat saja!" jawab tuannya, bapak si anak itu. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu.

Si bapak konon mau mengajari anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. 'Ita demam…' jawab pembantunya ringkas.

"Kasih minum obat penurun panas", jawab ibunya.

Sebelum si ibu masuk ke kamar tidurnya dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya dalam pelukan pembantu rumah, dia pun menutup kembali pintu kamar pembantunya. Memasuki hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas.

"Sore nanti kita bawa ke klinik" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkanagar ia dirujuk ke rumah sakit karena keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu.

"Tidak ada pilihan lain pak! kata dokter mengusulkan agar kedua tangan si anak itu segera diamputasi karena gangren yang terjadi sudah terlalu parah.

"Tangannya sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah", kata dokter.

Si bapak dan si ibu bagaikan terkena halilintar di siang hari, mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yang dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar menandatangani surat persetujuan pembedahan.

Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. 

Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.

"Papa... Mama… Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau dipukul papa. Ita tak mau jahat. Ita sayang papa... sayang mama." katanya berulang kali membuat si ibu gagal menahan rasa sedihnya.

"Ita juga sayang Kak Narti..." katanya memandang wajah pembantu rumah tangganya, sekaligus membuat gadis itu meraung histeris.

"Papa.. kembalikan tangan Ita. Untuk apa diambil...Ita janji nggak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti? Ita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi," katanya berulang-ulang.

Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya itu. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.

Ingat! Penyesalan selalu datang TERLAMBAT.

***

Saturday, April 23, 2016

KISAH NYATA: Orang Yang Kaya Menyamar Jadi Marbot Masjid

KISAH NYATA: Orang Yang Kaya Menyamar Jadi Marbot Masjid
Alkisah, ada dua orang sahabat yang terpisah sudah cukup lama; namanya Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini orangnya termasuk pintar sekali dan cerdas. Tapi nasibnya kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zaenal adalah sahabat yang biasa-biasa saja. Namun keadaan orang tuanya mendukung karir dan masa depannya. 

Setelah berpisah cukup lama, keduanya bertemu kembali. Bertemu di tempat yang istimewa; yaitu di koridor tempat wudhu, di sebuah masjid yang mungil. 

Adalah Zaenal, dia sudah menjelma menjadi seorang manager kelas menengah. Penampilannya yang necis dan perlente. Tapi tetap menjaga kesalehannya. 

Ia pun punya kebiasaan. Setiap pergi keluar kota, ia selalu menyempatkan diri untuk singgah di masjid di kota yang ia singgahi. Untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. 

Syukur-syukur masih dapat waktu-waktu yang diperbolehkan untuk melaksanakan shalat sunnah, maka ia shalat sunnah juga sebagai ibadah tambahan. 

Seperti biasa, ia tiba di suatu kota, ia pun lantas mencari masjid. Ia pinggirkan mobilnya, dan bergegas masuk ke dalam masjid yang ia temukan. Namun, tanpa disengaja, di sanalah ia menemukan sahabat lamanya; Ahmad. 

Cukup terperangah juga Zaenal ini. Ia tahu sahabatnya ini meski berasal dari keluarga yang kurang mampu, tapi pintarnya minta ampun. Zaenal tidak menyangka bila berpuluh-puluh tahun kemudian ia menemukan Ahmad kembali sebagai marbot masjid. 

“Maaf,” katanya sambil menegor sang marbot. 

“Kamu Ahmad kan? Ahmad kawan SMP saya dulu?”. Yang ditegor tidak kalah mengenali. Lalu keduanya pun berpelukan. 

“Keren sekali Kamu ya mas… manteb…”. Zaenal terlihat masih dalam keadaan memakai dasi. Lengan baju yang digulungnya untuk persiapan wudhu, menyebabkan jam bermerknya terlihat oleh Ahmad. 

“Ah, biasa saja…”. kata Zaenal menaruh iba. Ahmad yang dilihatnya sedang memegang kain pel. Khas marbot sekali. Celana digulung, dan peci didongakkan sehingga jidat hitamnya terlihat dengan jelas. 

“Mad! Ini kartu nama saya…”. Ahmad lalu melihat dan membaca. “Manager Area”. Wuiiih..., bener-bener keren gumamnya dalam hati. 

“Mad, nanti sehabis saya shalat, kita ngobrol ya... Maaf, di kantor saya ada pekerjaan yang lebih baik dari sekedar marbot di masjid ini. Maaf…”. Ahmad tersenyum. Ia pun mengangguk tanda setuju. 

“Terima kasih ya…!" Jawab Ahmad kemudian. Nanti kita ngobrol lagi. Selesaikan saja dulu shalatnya. Saya pun akan menyelesaikan pekerjaan bersih-bersih dulu… Silahkan ya..mas! Yang nyaman”.

Sambil wudhu, Zaenal tidak habis pikir. Mengapa Ahmad, orang yang dikelasnya paling pintar kemudian harus terlempar dari kehidupan yang normal. Ya..., meskipun tidak ada yang salah dengan pekerjaan sebagai marbot, tapi marbot… aaah..., pikirannya tidak mampu membenarkan. 

Zaenal menyesalkan kondisi negerinya ini yang tidak berpihak kepada orang-orang yang sebenarnya memiliki talenta dan kecerdasan, namun miskin. Air wudhu membasahi wajahnya… 

Sekali lagi Zaenal melewati Ahmad yang sedang bersih-bersih lantai. Andai saja Ahmad mengerjakan pekerjaannya ini di perkantoran, maka sebutannya bukan marbot. Melainkan “office boy”. 

Tanpa Zaenal sadari, rupanya ada yang shalat di belakangnya. Sama-sama shalat sunnah agaknya. Ya..., Zaenal sudah melaksanakan shalat fardhu di masjid yang sebelumnya. Zaenal sempat melirik. 

“Barangkali ini kawannya Ahmad…”, gumamnya dalam hati. Zaenal menyelesaikan doanya secara singkat. Ia ingin segera bicara dengan Ahmad.

“Pak,” tiba-tiba anak muda yang shalat di belakangnya itu menegur. 

 “Iya Mas..?” 

 “Pak!, Bapak emangnya kenal sama Haji Ahmad…?”

“Haji Ahmad…?” 

 “Ya, Haji Ahmad…” 

“Haji Ahmad yang mana…?” 

 “Itu, yang barusan ngobrol sama Bapak…”

“Oh… Ahmad… Iya!. Kenal. Itu kawan saya dulu waktu di SMP. Emangnya dia itu sudah haji?”

“Dari dulu juga sudah haji Pak. Dari sebelumnya bangun masjid ini…”. 

Kalimat itu begitu datar. Tapi cukup menampar hatinya Zaenal… Dari dulu sudah haji… Dari sebelumnya bangun masjid ini… Anak muda ini kemudian menambahkan, 

“Beliau itu orang hebat Pak!. Orang yang Tawadhu’. "Sebenarnya saya lah yang marbot asli masjid ini pak!. Saya karyawannya beliau. Beliau yang bangun masjid ini!. Di atas tanah wakafnya sendiri. Beliau bangun sendiri masjid ini, sebagai masjid transit mereka yang mau shalat. Bapak lihat toko material di sebelah masjid ini… Itu toko nya beliau. Tapi beliau lebih suka menghabiskan waktunya di sini. Bahkan salah satu kesukaannya, aneh...pak! Yaitu senangnya menggantikan posisi saya. Karena suara saya bagus, kadang saya disuruh mengaji dan adzan saja…”. 

 *** 
Sahabat...! Seandainya Ahmad itu adalah kita, begitu ketemu kawan lama yang sedang melihat kita lagi membersihkan toilet, segera kita beritahu posisi kita siapa yang sebenarnya. 

Dan jika kemudian kawan lama kita ini sampai menyangka bahwa kita marbot masjid beneran, maka kita akan segera menyangkal dan kemudian menjelaskan secara detail begini... dan begitu.... 

Sehingga tahulah kawan kita itu, bahwa kita inilah pewakaf dan yang membangun masjid ini. Tapi kita bukanlah Haji Ahmad. Dan Haji Ahmad bukanlah kita. Ia selamat dari kerusakan amal, sebab ia "cool" saja, tenang saja... adem... 

Haji Ahmad merasa tidak perlu menjelaskan apa-apa mengenai diri dan keadaannya. Dan sesungguhnya Allah lah yang memberitahu siapa dia sebenarnya. Subhaanallah... Allahu Akbar...

***

Monday, April 18, 2016

KISAH NYATA: Penyakit Kanker Darah Sembuh lantaran Sedekah

KISAH NYATA: Penyakit Kanker Darah Sembuh lantaran Sedekah
Kisah ini berawal dari sebuah desa namanya Huraimla di kota Riyadh, Saudi Arabia. Ada seorang wanita yang sudah dinyatakan oleh dokter terkena penyakit kanker darah atau Leukemia, sehingga kondisi fisiknya sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa.

Sedangkan untuk merawat dirinya sendiri dan memenuhi semua keperluannya, dia terpaksa mendatangkan seorang pembantu dari Indonesia. Pembantu ini adalah seorang wanita yang taat dalam beragama.

Kurang lebih satu minggu setelah bekerja, sang majikan merasa pekerjaannya dianggap bagus. Majikan wanita selalu memperhatikan apa yang dia kerjakan. Suatu waktu si majikan memperhatikan kelakuan aneh sang pembantu itu. Pembantunya ini sering sekali pergi ke kamar mandi dan berdiam cukup lama.

Dengan tutur kata yang lembut si majikan bertanya, "Apa sebenarnya yang menyebabkan engkau lakukan di kamar mandi?" Pembantu itu tidak langsung menjawab pertanyaan yang diajukan majikannya, melainkan justru menangis tersedu-sedu. 

Si majikan menjadi iba melihatnya, kemudian menghiburnya sambil menanyakan apa gerangan yang sebenarnya terjadi.

Akhirnya si pembantu itupun bercerita, bahwa dirinya baru 20 hari melahirkan anaknya. Karena desakan ekonomi itulah yang menyebabkan ia terpaksa berangkat untuk bekerja sebagai TKW di Arab Saudi.

"Saya harus membuang air susu saya ini bu!, kalau tidak dibuang dada saya ini terasa sesak dan menjadi penuh karena tidak disusui oleh anak saya."

Air susu yang menumpuk dan tidak tersalurkan itulah rupanya yang membuat dia sakit sehingga harus diperas dan dibuang di kamar mandi.

"Subhanallah!, Anda berjuang untuk anak dan keluarga Anda",kata majikannya. 

Ternyata majikannya itu tidak seburuk seperti yang sering diceritakan di koran-koran atau televisi. Seketika itu juga sang majikan memberikan gajinya secara penuh selama 2 tahun sesuai dengan akad kontraknya dan memberikannya selembar tiket untuk pulang ke Indonesia.

"Kamu pulanglah dulu, uang sudah saya berikan penuh untuk 2 tahun kontrakmu, kamu susui anakmu secara penuh selama 2 tahun dan jika kamu ingin kembali bekerja disini, kamu bisa menghubungi telepon ini sekaligus saya akan mengirim uang untuk tiket keberangkatanmu kesini."

"Subhanallah!, apa ibu tidak apa-apa saya tinggal pergi?". Sang majikan hanya menggelengkan kepala bahwa apa yang kamu tinggalkan disana jauh lebih berharga daripada mengurus saya disini.

Maka, setelah si pembantu itu pulang, sang majikan mengalami perubahan yang luar biasa. Pikirannya menjadi fokus pada kesembuhan penyakitnya dan hatinya menjadi sangat senang karena dapat membantu seseorang yang sedang mengalami kesulitan hidupnya.

Hari-harinya tidak lagi memikirkan sakitnya lagi, yang ada hanyalah rasa bahagia. Sebulan setelah kejadian itu,  dia kembali lagi ke rumah sakit untuk kontrol. Dokter yang menanganinya segera melakukan pemeriksaan secara mendetail. 

"Tapi apa yang terjadi?

Dokter yang menangani dari awal tidak melihat ada penyakit seperti di diagnosa sebelumnya. Dia tidak melihat lagi ada penyakit kanker darah yang diderita pasiennya. Dokter itu merasa heran dan terkagum-kagum, bagaimana mungkin bisa sedahsyat dan secepat itu penyakitnya bisa sembuh, apalagi ini kanker darah. 

"Apa telah terjadi salah diagnosa?

Karena penasaran, akhirnya dokter itupun bertanya, apa sebenarnya yang telah dilakukan oleh si pasien.

Wanita itupun menjawab; "Saya tidak melakukan apa-apa dengan penyakit saya ini, mungkin sedekah yang telah saya lakukan kepada pembantu saya itulah yang telah membantu kesembuhanku, nyatanya setelah saya menolong, hati saya menjadi lebih bergairah untuk sembuh dan hidup, saya mempunyai pembantu yang sedang menyusui anaknya tapi susu itu tidak dapat disalurkan dan harus dibuang di kamar mandi".

"Saya menangis apabila menginat akan keadaanya, akhirnya pembantu itu saya suruh pulang agar bisa menyalurkan air susunya dan dia sehat begitu juga dengan anaknya bisa sehat. Mungkin itulah yang membuat saya  akhirnya sembuh dokter!".

Doker itupun akhirnya tersadar, bahwa diagnosa dan sakit apapun bisa disembuhkan karena Allah SWT memang menghendakinya, "Obatilah orang yang sakit dengan sedekah...!"

Baca juga: Menyesak Saat Sakaratul Maut, Karena Tidak Optimal Dalam Berbuat Kebaikan

Semoga kita semua, akhi wa ukhti...! menjadi orang-orang yang rajin dan giat dan menjadi ahli sedekah. Apabila dirasa bermanfaat artikel ini, silahkan di share kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan informasi tentang penyembuhan penyakit  dengan sedekah.

***








Monday, January 11, 2016

Kisah Nyata: Dokter Berdialog Dengan Pasien Yang Sedang Menghadapi Sakaratul Maut

Kisah Nyata: Dokter Berdialog Dengan Pasien Yang Sedang Menghadapi Sakaratul Maut
Setiap orang yang hidup di dunia ini pasti akan mengalami yang namanya kematian. Sebelum kematian itu datang, seseorang akan menghadapi yang namanya sakaratul maut, yaitu detik-detik menegangkan dan menyakitkan sebelum seseorang benar-benar meninggal.

Dikutip dari laman Syahida, seorang dokter bernama Dr Khalid Al-Jubair di Arab Saudi, pernah mengalami pengalaman yang menakutkan, di mana ia pernah berbicara dengan orang yang sedang menghadapi sakaratul maut.

Dr.Khalid Al- Jubair yang merupakan seorang ahli bedah jatung di Arab Saudi, menceritakan kejadian menakutkan yang dialaminya ketika berbincang dengan pasiennya yang sedang sekarat.

Suatu hari seorang perawat menelepon Dr Khalid bahwa ada pasien yang infusnya tidak berjalan dengan baik pada tangan sebelah kanannya, konsekuensinya harus dipindahkan ke tangan sebelah kirinya. Dr Khalid pun menghampiri pasien tersebut, yang sudah dirawat di rumah sakit selama 6 bulan.

Pada 5 bulan pertama ia masih berbincang-bincang dengan Dr Khalid, dan pada bulan keenam, pasien itu pingsan secara total dan tidak bisa bergerak sedikitpun.

Maka didatangilah pasien tersebut oleh Dr Khalid, dia mengecek tangan sebelah kirinya untuk mencari urat untuk dimasukkan infus. Tapi, tiba-tiba dia dikagetkan ketika pasien yang tak sadarkan diri itu berbicara dengannya.

"Dr.Khalid apa yang akan kamu lakukan? Apakah kamu Dr.Khalid?" ujar pasien itu.

"Ya betul saya Dr.Khalid." jawab Dr Khalid.

"Apa yang akan kamu lakukan?" tegas pasien tersebut.

"Saya akan mencari urat tangan kiri Anda untuk memasukkan infus," jawab sang dokter.
Lalu pasien itu berkata, "Tidak! Kamu tidak akan menemukan urat tersebut karena saya sudah menjadi mayat."

"Tidak kamu bukan mayat," tegas Dr. Khalid.

Kemudian pasien itu berkata, "Wahai dokter! Saya sudah menjadi mayat."

"Tidak! Kamu bukan mayat," Dr Khalid menjawab dengan tegas.

"Wahai dokter saya sudah menjadi mayat, saya mellihat apa yang tidak kamu lihat. Sungguh saya melihat malaikat maut berada di depan saya sekarang," ujar pasien tersebut.

Tangan pasien itu masih berada di genggaman Dr Khalid, dan kemudian dia teringat dengan salah satu hadist yang shohih dari Al-Barro' bin Adzib radhiyallahu'anhu, di mana Rasulullah SAW bersabda,

"Apabila salah seorang dari kalian menghadap akhirat dan meninggalkan dunia (sakaratull maut) dan ia tergolong orang sholeh maka ia akan melihat (sejauh mata memandang), para malaikat yang putih wajahnya. Mereka adalah para malaikat ramah dan ia akan melihat kedudukanya di surga."

Selama lebih dari 30 tahun pengabdiannya di rumah sakit, Dr Khalid pernah mengalami kejadian serupa, di mana ia melihat tiga orang yang menghadapi sakaratul maut, sebelum mereka meninggal.

"Wahai dokter janganlah kamu buat cape dirimu, sungguh aku telah melihat kedudukanku di surga dan para bidadari telah disiapkan untukku," ujar salah satu pasien pertama yang sekarat.

"Bahwa sesunguhnya saya telah mencium aroma surga sekarang," kata pasien sekarat kedua.
"Sungguh saya melihat surga sekarang," ujar pasien ketiga yang sekarat.
Dalam ilmu medis, orang yang sedang menghadapi sakaratul maut tidak akan bisa berbicara ataupun bergerak.

Tapi, pengalaman yang diceritakan Dr Khalid benar-benar sangat mengejutkan, di mana ia mampu berbicara dengan orang yang sekarat dan mengetahui apa yang sedang dihadapi seseorang yang diambang kematian.

Ibnu Abi Ad-Dunya rahimahullah meriwayatkan dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, 

"Kematian adalah kengerian yang paling dahsyat di dunia dan akhirat bagi orang yang beriman. Kematian lebih menyakitkan dari goresan gergaji, sayatan gunting, panasnya air mendidih di bejana".

"Seandainya ada mayat yang dibangkitkan dan menceritakan kepada penduduk dunia tentang sakitnya kematian, niscaya penghuni dunia tidak akan nyaman dengan hidupnya dan tidak nyenyak dalam tidurnya."

Semoga kisah ini mengingatkan kita bahwa sebagai manusia, suatu saat nanti kita pasti mengalami yang namanya kematian. Oleh karena itu, sebelum kematian itu tiba dan semua pintu amal tertutup, mari kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Tuesday, December 29, 2015

Kisah Nyata: Pesankan Untukku Satu Kamar Di Neraka!

Kisah Nyata: Pesankan Untukku Satu Kamar Di Neraka!
Suatu hari, seorang gadis yang terpengaruh dengan cara hidup masyarakat Barat menaiki sebuah bis mini untuk menuju ke tujuan di wilayah Iskandariah. 

Malangnya walaupun tinggal di bumi yang terkenal dengan tradisi keislaman, pakaian gadis tersebut sangatlah menyolok mata. Bajunya yang agak tipis dan seksi hampir terlihat segala bentuk tubuhnya yang sepatutnya disembunyikan bagi seorang perempuan dari pandangan lelaki yang bukan mahramnya. 

Gadis itu diperkirakan baru berusia sekitar 20 tahunan. Kebetulan di dalam bis yang ditumpangi gadis itu ada seorang penumpang yang sudah tua yang dipenuhi dengan uban,  lantas dia menegurnya;

“Wahai pemudi! 

"Alangkah baiknya jika kamu berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama Islam kamu, itu lebih baik daripada kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi mangsa pandangan liar bagi kaum lelaki…”, nasehat orang tua itu.

Namun, nasehat yang sangat bertepatan dengan tuntunan agama itu dijawab oleh gadis itu dengan jawaban mengejek, 

“Siapakah Anda wahai orang tua? Jawab si gadis itu; 

"Apakah di tanganmu ada kunci surga? Atau adakah kamu memiliki sejenis kuasa yang menentukan aku bakal berada di surga atau neraka?”

Setelah menghamburkan kata-kata yang sangat mengiris perasaan orang tua itu, gadis itu pun tertawa mengejek panjang. Tidak cukup dengan itu saja , si gadis itu pun lantas mencoba memberikan telepon genggamnya kepada orang tua tadi sambil melafadzkan kata-kata yang lebih dahsyat,

“Ambil handphone-ku ini dan hubungilah Allah serta tolong pesankan sebuah kamar di neraka Jahannam untukku,” katanya lagi lantas ketawa terkekeh-kekeh tanpa mengetahui bahwasanya dia sedang mempertikaikan hukum Allah dengan begitu biadab.

Orang tua tersebut sangat terkejut mendengar jawaban dari si gadis manis itu. Sayang sekali wajahnya yang ayu itu tidak sama dengan perilakunya yang buruk. 

Penumpang-penumpang yang lain pun akhirnya turut terdiam diri bahkan ada yang menggelengkan kepala kebingungan.

Semua yang ada di dalam bis itu tidak menghiraukan ocehan si gadis yang masih muda yang tidak menghormati hukum itu dan mereka pun tidak mau menasehatinya karena khawatir dia akan menghina agama dengan lebih parah lagi. 

Sepuluh menit kemudian bis itu pun tiba di perhentian atau terminal. Gadis seksi bermulut lancang tersebut didapatinya sedang tertidur pulas di muka pintu bis. Pemandu bis termasuk para penumpang yang lain ikut membangunkannya, namun anehnya si gadis tersebut sepertinya tidak sadarkan diri. 

Tiba-tiba orang tua tadi memeriksa nadi si gadis tersebut. Sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya. Gadis itu telah kembali menemui Rabbnya dalam keadaan yang tidak disangka-sangka..."MATI..!" Para penumpang menjadi cemas dengan berita yang menggemparkan itu.

Dalam suasana kalang kabut itu, tiba-tiba tubuh si gadis itu terjatuh ke pinggir jalan. Orang-orang segera berbuat untuk menyelamatkan jenazah tersebut. 

Tapi sekali lagi mereka terkejut. Sesuatu yang aneh menimpa jenazah yang terbujur kaku di jalan raya itu. Mayatnya menjadi hitam legam seolah-olah dibakar api. 

Dua, tiga orang yang coba mengangkat mayat tersebut juga merasa keheranan karena tangan mereka terasa panas dan hampir terbakar begitu menyentuh tubuh si mayat. Akhirnya mereka memanggil pihak keamanan untuk mengurusi mayat itu. 

Apakah keinginannya untuk memesan sebuah kamar di neraka Jahanam itu dikabulkan Allah? Naudzubillah…, Sesungguhnya Allah itu Maha Berkuasa atas segala sesuatu. 

Baca juga: Indahnya Hidup Seorang Muslim

Saudara-saudariku,

"Alangkah baiknya jika kisah nyata ini kita jadikan bahan renungan dan pelajaran kita sebagai seorang muslim. Jangan sekali-kali kita mempermainkan hukum Allah maupun sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam dengan senda gurau atau dengan mengejek."

Semoga bermanfaat...

***
luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com